Senin, 25 Oktober 2010

kb non hormon


AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) / IUD
  • Alat kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur, yang dimasukkan ke dalam rongga rahim oleh seorang bidan / dokter terlatih.
  • Sangat efektif, dan bila berhenti memakai AKDR, kehamilan dapat terjadi. AKDR ini merupakan cara KB jangka panjang.
  • AKDR tipe TCu-380 A misalnya, efektif paling sedikit selama 10 tahun.
  • Masa haid dapat menjadi lebih panjang dan banyak, terutama pada bulan-bulan pertama pemakaian. Mengalami sedikit ketidak-nyamanan setelah IUD dipasang.
  • Tidak ada pengaruh terhadap ASI. Seorang dokter / bidan yang telah mendapat pelatihan khusus dapat memasangnya segera setelah melahirkan.
  • Infeksi panggul cenderung menyerang pemakai IUD terlebih lagi apabila si pemakai telah terjangkit penyakit menular seksual.
  • IUD dapat keluar sendiri pada waktu mengedan, khususnya pada bulan-bulan pertama pemakaian, jadi sangat penting memeriksakan talinya.
  • Tidak dianjurkan untuk digunakan oleh wanita yang mengidap Penyakit Menular Seksual (PMS).
KONDOM
  • Selain mencegah kehamilan juga dapat melindungi terhadap infeksi penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV / AIDS.
  • Kondom dapat digunakan untuk mencegah HIV / AIDS, sekaligus ber KB
  • Dengan sedikit berlatih – mudah digunakan secara benar.
  • Efektif bila setiap dilakukan secara benar.
  • Beberapa pria merasa bahwa kondom mengganggu hubungan seks dan mengurangi kenikmatan.
METODE SEDERHANA / VAGINAL
  • Spermisid (tissu KB), diafragma dan kap, merupakan cara KB yang dapat dipakai sendiri oleh wanita.
  • Harus dimasukkan ke dalam vagina (liang senggama) setiap kali sebelum berhubungan. Dilakukan sebelum mengadakan hubungan seks.
  • Efektif bila digunakan secara benar.
  • Dapat membantu mencegah penyakit menular seksual.
  • Menggunakan cara KB ini, cenderung untuk terkena infeksi saluran kencing.
  • Tissu KB tidak mudah didapat.
sumber : bkkbn online
http://www.scribd.com/doc/29568313/Copy-of-Konsep-Dan-Teori-Model-Keperawatanhttp://www.scribd.com/doc/29568313/Copy-of-Konsep-Dan-Teori-Model-Keperawatan

PARADIGMA KEPERAWATAN

PARADIGMA KEPERAWATAN

Definisi

MODEL DAN KONSEP KEPERAWATAN

  • images19
Model adalah contoh, menyerupai, merupakan pernyataan simbolik tentang fenomena, menggambarkan teori dari skema konseptual melalui penggunaan symbol dan diafragma.
Konsep adalah suatu keyakinan yang kompleks terhadap suatu obyek, benda, suatu peristiwa atau fenomena berdasarkan pengalaman dan persepsi seseorang berupa ide, pandangan atau keyakinan.
Kumpulan beberapa konsep ke dalam suatu kerangka yang dapat dipahami membentuk suatu model atau kerangka konsep. Konsep dapat dianalogikan sebagai batu bata dan papan untuk membangun sebuah rumah dimana rumah yang dibangun diibaratkan sebagai kerangka konsep.
Jenis konsep :
  1. Empirical concept : observable concept : konsep yang dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari, misalnya meja, kursi
  2. Inferential concept : non observable concept : konsep yang sulit diamati dalam kehidupan sehari-hari, contoh tekanan darah
  3. Abstract concept
Model konsep adalah rangkaian konstruksi yang sangat abstrak dan berkaitan yang menjelaskan secara luas fenomena-fenomena, mengekspresikan asumsi dan mencerminkan masalah
Model konsep keperawatan berfungsi untuk :
  1. Mengklarifikasi ide/pola pikir tentang keperawatan dan kaitannya dengan praktek keperawatan
  2. Meningkatkan pola pikir kreatif perawat untuk membantu mengembangkan profesi
  3. Memberi arahan bagi pelayanan klien
  4. Memberi corak/warna pada pelayanan yang diberikan
TEORI KEPERAWATAN
Teori adalah hubungan beberapa konsep atau suatu kerangka konsep atau definisi yang memberikan suatu pandangan sistematis terhadap gejala-gejala atau fenomena –fenomena dengan menentukan hubungan spesifik antara konsep tersebut dengan maksud untuk menguraikan, menerangkan, meramalkan dan atau mengendalikan suatu fenomena. Teori dapat diuji, diubah atau digunakan sebagai suatu pedoman dalam penelitian. Teori dapat dikembangkan melalui dua metode dasar, yaitu metode induktif dan metode deduktif.
Jenis teori :
  1. Scientific theory : merupakan metode yang valid dan reliabel, diuji berulang kali melalui riset, generalisasi empiris
  2. Substantive theory : menjelaskan fenomena penting suatu disiplin ilmu, dikembangkan oleh disiplin ilmu lain, beberapa pernyataan telah diuji
  3. Tentative theory, baru diusulkan, sedikit atau belum diuji coba, belum banyak dikritik oleh disiplin ilmu tersebut
Teori Keperawatan
Teori keperawatan didefinisikan oleh Stevens (1981) sebagai usaha untuk menguraikan dan menjelaskan berbagai fenomena dalam keperawatan. Teori keperawatan berperan dalam membedakan keperawatan dengan disiplin ilmu lainnya dan bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan memperkirakan dan mengontrol hasil asuhan keperawatan yang dilakukan.
Karakteristik dasar teori keperawatan
Torrest (1985) dan Chinn & Jacob (1983) menegaskan terdapat lima karakteristik dasar teori keperawatan :
  1. Teori keperawatan mengidentifikasikan dan mendefinisikan sebagai hubungan yang spesifik dari konsep-konsep keperawatan seperti hubungan antara konsep manusia, konsep sehat-sakit, konsep lingkungan dan keperawatan
  2. Teori keperawatan bersifat ilmiah, artinya teori keperawatan digunakan dengan alasan atau rasional yang jelas dan dikembangkan dengan menggunakan cara berpikir yang logis
  3. Teori keperawatan bersifat sederhana dan umum, artinya teori keperawatan dapat digunakan pada masalah sederhana maupun masalah kesehatan yang kompleks sesuai dengan situasi praktek keperawatan
  4. Teori keperawatan berperan dalam memperkaya body of knowledge keperawatan yang dilakukan melalui penelitian
  5. Teori keperawatan menjadi pedoman dan berperan dalam memperbaiki kualitas praktek keperawatan
Perkembangan teori keperawatan :
TahunNamaPenekanan
1952Hildergerad E. PeplauProses interpersonal merupakan dorongan pendewasaan kepribadian
1960Faye G. AbdellahMasalah pasien menentukan perawatan yang dibutuhkan
1961Ida Jean OrlandoProses interpersonal menghilangkan distress
1964Ernestine WeidenbachProses pemberian bantuan untuk memenuhi kebutuhan dengan menggunakan seni perawatan individu
1966Lydia E. HallAsuhan keperawatan sebagai pengarahan orang untuk dapat mencintai diri sendiri
1967Joyce TravelbeePemahaman tentang arti sakit menentukan bagaimana orang merespon
1970Martha E. RogersManusia-lingkungan merupakan medan energi yang menghasilkan kondisi negentropi
1971Dorothea E. OremPerawatan diri mempertahankan keseluruhan/ keutuhan
Imogine M. KingTransaksi memberikan kerangka untuk mencapai tujuan
TahunNamaPenekanan
1974Sister Calista RoyHubungan stimulus dengan system adaptif
1976Josephine G. PatersonKeperawatan merupakan pengalaman dalam mempedulikan orang/nurthuring
1978Madeline M. LeiningerCaring bersifat universal dan bervariasi secara budaya
1979Jean WatsonCaring sebagai moral ideal : akal, pikiran, jia terkait satu sama lain
Margaret A. NewmanPenyakit sebagai bukti bagi pola hidup yang belum terjadi
1980Dorothy E. JohnsonSubsistem berada pada stabilitas yang dinamis
1981Rosemarie Rizzo Parse
Manusia dan lingkungan sehat yang konkrit